CERITA BERBAGI PRAKTIK BAIK 3: SMAN 3 BUDONG-BUDONG

 


Dalam prolognya pada buku "Oase Pendidikan di Indonesia", Prof. Anita Lie, Ed. D, menuliskan, "terdapat delapan peran yang sebaiknya dijalankan oleh seorang guru, yakni sebagai pengajar, fasilitator, manajer, pemimpin, pembimbing atau pelatih, motivator, inspirator, dan peserta didik". Dalam paragraf yang sama, ia melanjutkan, "peran yang paling sulit terlaksana dan paling sering diabaikan adalah peran sebagai peserta didik. Kebanyakan guru merasa pendidikan yang mereka terima selama di perguruan tinggi dan program profesi sudah cukup. Padahal, guru harus senantiasa belajar."

Tulisan guru besar tersebut menjadi tamparan sekaligus bahan refleksi profesi atas apa yang selama ini terjadi di kalangan guru, terkhusus saya sendiri. Atas dasar ego itu, banyak guru yang enggan untuk terus meng-update dan meng-upgrade pengetahuannya untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Materi dan praktik model pembelajaran inovatif, misalnya. Terdapat banyak referensi yang dapat dijangkau oleh guru untuk kemudian ikut mengimplementasikannya, tetapi, menunjuk diri saya sendiri, masih saja selalu diabaikan. 

Pelan-pelan bergerak dan melakukan revolusi pembelajaran demi memenuhi kebutuhan peserta didik adalah aksi nyata dan penggunaan energi yang sudah selayaknya kita lakukan bersama. Itulah sebabnya saya menyusun rencana pembelajaran inovatif berpusat kepada peserta didik lalu mengimplementasikannya di sekolah. 

Atas kesadaran bahwa salah satu peran guru adalah menjadi peserta didik, maka saya membagikan pengalaman pembelajaran saya melalui praktik baik agar saya dan rekan guru lainnya dapat berbagi dan belajar bersama. 

Berbagi praktik baik kali ini yang berlangsung di SMAN 3 Budong-Budong terasa lebih istimewa karena saya berkolaborasi dengan salah satu Sahabat Teknologi asal Mamuju Tengah, yaitu Bapak Saparuddin. Kegiatan ini terlaksana pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023 di Ruang Guru SMAN 3 Budong-Budong yang diikuti oleh kepala sekolah dan rekan guru. 

Secara bergantian, saya dan Pak Saparuddin berbagi cerita praktik baik. Inovasi pembelajaran yang dihadirkan Pak Saparuddin sangat menarik bagi saya dan menjadi perhatian untuk dapat saya implementasikan. 

Sambutan hangat penuh harapan dari kepala sekolah, Bapak H. Sudirman, S.Pd., M.Pd., dan respons positif dari rekan guru menjadi pemicu semangat bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan pembelajaran yang, kecil atau besar, kelak menjadi warna bagi pendidikan Indonesia. 






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CERITA BERBAGI PRAKTIK BAIK 3: SMAN 3 BUDONG-BUDONG"

Post a Comment