Energi Guru



Saya selalu kagum kepada guru yang memiliki energi besar dalam dirinya untuk melakukan banyak hal dalam meningkatkan kompetensi diri untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. Memang tidak semua, tetapi guru yang melakukan itu, tentu saja, berdampak dan secara tidak langsung dapat memengaruhi guru lain, sekurang-kurangnya yang bekerja dengannya dalam satu satuan pendidikan.

Perkembangan dunia yang begitu pesat di segala bidang, sebenarnya, menuntut guru untuk bergerak meningkatkan kapasitas diri dan harusnya semakin menyadari bahwa selain mengajar guru juga harus belajar. Ego sebagai pendidik semestinya tidak melunturkan semangat belajar seperti saat menjadi murid dahulu. 

Guru, khusunya di Indonesia, juga harus menyadari bahwa mereka adalah salah satu pilar pembentuk peradaban. Bukankah gaung "Indonesia Emas 2045" selalu diperdengarkan di mana-mana. Nah, semua itu akan terwujud jika pendidikan bergerak maju seperti yang dicita-citakan.

Saya baru saja membaca komentar netizen di kolom komentar salah satu Halaman Facebook yang mem-post video tentang pendidikan di sekolah saat ini. Banyak argumen di sana. Yang paling menarik perhatian saya adalah komentar salah satu netizen yang diaminkan oleh netizen lainnya. Kurang lebih seperti ini, "Saya selalu berpikir bagaimana jika anak saya menempuh pendidikan melalui home schooling saja." Komentar ini muncul karena adanya masalah dalam sistem pendidikan di sekolah. 
Mungkin saja, katakanlah, anak netizen tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang menyenangkan dan bermakna. 

Tidak ingin menyalahkan, tapi hal tersebut sudah seharusnya menjadi refleksi bagi saya dan rekan-rekan guru untuk menggunakan energinya dalam menciptakan pembelajaran yang memihak kepada peserta didik. Mari saling menguatkan untuk menuntun peserta didik mencapai kebahagiaan. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Energi Guru"

Post a Comment