Refleksi Hari Guru Nasional 2023



Dalam berbagai kritik tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, proses pembelajaran tak pernah luput dari sasarannya. Salah satunya seperti ini: proses pembelajaran di sekolah hanya diisi oleh peserta didik dengan duduk, mencatat, dan mendengarkan ceramah guru sepanjang jam pelajaran.

Tak perlu disangkal ataupun diperdebatkan, proses semacam itu memang masih banyak terjadi dalam praktik pembelajaran di sekolah. Istilahnya, barangkali, adalah pembelajaran konvensional. Praktik seperti itu, di zaman serba canggih seperti ini, tentu saja menjemukan bagi peserta didik.

Penyebabnya adalah kompetensi pedagogik guru yang rendah. Kompetensi pedagogik tidak selalu sejalan seirama dengan kompetensi profesional. Banyak, kok, guru yang menguasai materi ajar sampai ke akar-akarnya, hanya saja tidak piawai melakukan perencanaan hingga proses transfer ilmu kepada peserta didiknya.

Bukan salah guru sepenuhnya. Merujuk pengalaman pribadi saya, selama kuliah dengan fokus ilmu pendidikan, materi dan bimbingan yang akan menunjang kompetensi pedagogik saat berlabuh di sekolah nantinya sangat minim saya dapatkan. Namun, tentu saja, tidak boleh berpasrah begitu saja, kan? Terhampar luas literatur yang dapat dipelajari untuk meningkatkan kompetensi pedagogik. Kuncinya hanya satu: belajar. Tak perlu gengsi dan memelihara ego sebagai pengajar. Guru adalah individu yang seharusnya tidak pernah berhenti menjadi peserta didik.

Di tengah kritik dan pesimisme banyak kalangan tentang sekolah, guru adalah oase yang harus terus menjaga kesegarannya untuk meyakinkan masyarakat bahwa sekolah bukan hanya lembaga pendidikan formal yang menyediakan ijazah.

Selamat Hari Guru Nasional.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Refleksi Hari Guru Nasional 2023"

Post a Comment